。。。。。

おたんじょび は わすれた か?

All of my best friends wish me happy birthday. They didn’t even forget it.

You. I don’t know. Whether you act like you forgot my birthday. Or you are too embrassed to say that all ‘happy birthday’ thing.

Maybe you don’t even know how I feel. Even you have no right to know all about it.

I have my laugh and smile through this year. But you don’t know that I shed my tears inside, and lift it out once in year. Like today.

Advertisements

DYJTPMA: a review

image

Gw baru keturutan baca novel ini setelah sebelumnya cm bengong liat doang di gramedia gajadi ngambil-ngambil trus bayar di kasir. Karena gw kira ceritanya ttg masalah anak dan keluarga dan semacemnya. Btw, pas pertama kali tau novel ini, gw kira ini novel asli dr side-story di bukunya Meta Hanindita yang Methamorphosis (dengan judul yg sama persis!). Oke kita lanjutkan…..

Pertama2 gw mau ngucapin makasih dulu pada manusia yang telah sudi minjamin bukunya bang Tere ini ke aku XD *peluk3x*

Kembali ke cerita,
sebenernya pas awal2 pembuka gw serasa baca ulang Titans from Jogja (?). Hahahaha pembukanya dengan setting galau, yg mancing pembaca untuk menebak-nebak #elus2jenggotvirtual. Tentu saja ini adalah awal yg bagus……

Cerita berlanjut dengan flashback dr MC kita (sebut saja Tania) yg masa lalunya amatlah memilukan. Putus sekolah, ayahnya meninggal, ibunya sakit-sakitan gara2 beban pikiran, akhirnya dia bantu cari uang buat makan dengan cara ngamen sama adeknya. Hayo mau jalur pendek, atau jalur panjang? #plak

Tense dimulai saat Tania akhirnya ketemu malaikat. Malaikat yg disebutkan di sinopsisnya itu. (Aku dr awal wes nebak pasti malaikatnya cowok :p) dan ternyata gasalah wkwkwk.

Namane malaikat pasti baiiiik banget lah ya hatinya. Ya ini diskip aja, intinya malaikat (sebut saja Om Danar) inilah yg bantuin Tania sama adeknya bisa balik sekolah lagi. mana adeknya (sebut saja Dede) dikasi hadiah Lego! Huhuhuhu *kepengen*. Mainan mahal tuh wkwkwk :p

Dan krn kebaikan malaikat inilah, seperti yg sudah saya prediksi *jengjengjeng* :p timbul perasaan cinta Tania padanya. Cie100x

Tapi sayang sekali sodara, mereka terpaut umur yang ….lumayan. Tania 11, Om Danar 27 kalo gasalah. Tp seperti kata pepatah ‘Cinta tak mengenal batas’. Hahahaha

Mulai titik inilah 90% dr isi buku ini bercerita ttg kisah cinta anak manusia yang cuma dianggap adik kecil yang manis oleh orang yang dicintainya :”)

Krn sampe tengah2 gw gemes bacanya, akhirnya gw iseng sms dia XD

image

Hahaha. Jadi bisa ditebak sendiri kearah mana kisah cinta memilukan itu dibawa :p mau dibawa kemanaaa kisah cinta kitaaaa EA100x.

Development masing2 chara bagus sih, gw suka gimana penulis bisa ngolah kalimat2nya sedemikian rupa XD (btw, penulisnya narsis ya. Nama ID ‘maibelopah’ bukannya sama juga kaya CP lama penulis? Hahaha). Sayang novelnya agak rush pas bagian mau ending.

Tanianya juga WOW. Pas SD loncat kelas, SMP sampe kuliah di Singapura, beasiswa. Mana namanya dipahat di dpn universitasnya lagi :p (Gara2 rekor kelulusannya). Ya, seenggaknya itu bisa jadi inspirasi #plak

Jadi, mau tanya ending?

Endingnya? Ga terlalu suka :))) #AntiEndingCliffhangerGarisKeras

Gw sampe baca dua kali 2 halaman terakhir. Masih bingung pas kokuhaku-nya Om Danar, pembaca diminta untuk menyimpulkan sendiri huhuhuhu. (Kan kasihan kalo cuma Tania-nya yang udh ketauan). Padahal wes ngerti aku paling gapeka masalah ngenean :< #plak

At least, this book deserve 3.5/5 stars from me ♡(◑_◑★)

A Letter to My Best Friend

Dulu aku dapat berkata, “Aku baik-baik saja di dalam duniaku sendiri. Aku tidak perlu teman, semua akan baik-baik saja meskipun hanya aku disini.”

Sekarang yang aku bisa ucapkan, “Duniaku akan lebih baik jika kamu menjadi temanku. Ayo berteman! Dan kita bisa tertawa bersama.”

… Itu semua berkat kamu. Terima kasih.

Di saat itu aku tidak terlalu pandai menyembunyikan kesedihanku.

Sekarang sesuatu yang aku takuti tersebut telah meninggalkanku entah kemana.

… Meskipun aku sedih kita sudah tidak lagi bersama,

Tapi terimakasih.

Dulu aku hanya mau tertawa denganmu.

Sekarang aku tidak pilih-pilih lagi, aku tertawa dan energi itu datang seperti tak terhingga.

… Terimakasih, walaupun aku tidak tahu lagi

seberapa sering kita tidak tertawa bersama seperti dulu lagi.

Matsushita Yuya: SEE YOU ~Lyrics English Translation~

SEE YOU

Natsuyuki Rendezvous

Artist: Matsushita Yuya
Lyrics: Juli Shono
Music: Jin Nakamura
Album: Natsuyuki Rendezvous OP

Romaji Lyrics

Donna mirai mo
Futari de mita katta
Donna omoi mo tsutawaru kyori de
Kimi no tabi dachi kakugo shiteta noni
Senaka osu kotoba koe ni nara nai
Saigo ni tsuyoku daki shimeta ato
Nukumori to onaji dake no
Kanashimi ga boku no kokoro tsutsunda

Yasashiku naru tame no sayonara
Boku dake no shiawase wo kureta hito
Itsuka mata aeru made
Hontou no kimi ga mitsukaru made
Egao wasure naide

Shinpai saseru koto wo kirau kimi wa
Nani ka atte mo iwa nain darou
Sore demo kimi no kaku shita itami ni
Kizu ita toki wa kake tsukeru kara
Ooki na nimotsu kakaeta kimi ga
Tsumetai doa no mukou de “Arigatou” to
Kuchibiru wo furu waseta

Hitori dato kanjita toki niwa
Doko made mo tsuzuku sora mi ageyou
Chigau michi erande mo
Tadori tsuku sono basho de nando mo
Kitto meguri aeru

Itsu datte onaji keshiki wo miteta
Kawara nai sou omotteta dakedo
Fuan sae kaku shite kawarou to shiteru kimi wo
Dare yori mo shitteru kara
Namida wa mise nai

Kimi no yume wa boku no yume dayo
Onaji hikari wo misete kureta kara
Saigo made sasaeru to
Yakusoku wo kawashita ano hi kara
Kimi wo shinjiteru yo zutto
Ima koko de

Yasashiku naru tame no sayonara
Boku dake no shiawase wo kureta hito
Itsuka mata aeru made
Hontou no kimi ga mitsukaru made
Egao wasure naide
Itsuka aeru hi made

English Translation

No matter what kind of future awaits us
I wanted us to see it together
At a distance close enough to convey all
our feelings
I was prepared for the time you left,
But I couldn’t say anything to encourage
you
After I held you tight for the last time
My heart was engulfed in warmth
And in just as much grief

Saying goodbye was for the best
You gave me happiness
Until we meet again
Until you find your true self
Don’t forget to smile

You hate making me worry
So you won’t tell me even if something’s
happened
But once I notice that you’re hiding your pain
I will rush over to you

Carrying your heavy luggage,
You said “thank you”
Your lips trembled as you reached for the freezing door

Whenever you feel like you’re alone
Look up at the vast and boundless sky
Even if we have chosen to go different
ways
At our destinations, again and again
Surely, we will encounter each other once more

We were always looking at the same view
I thought that would continue forever
But to change yourself, you even tried to hide your insecurities
I know that better than anyone else
So I won’t show you my tears

Your dream is my dream too
Because you showed me that same ray of hope
I will support you all the way
Ever since the day I made that promise
I had believed in you, and I always will
Right now, right here, I am

Saying goodbye was for the best
You gave me happiness
Until we meet again
Until you find your true self
Don’t forget to smile
Until the day we meet again