A Letter to My Best Friend

Dulu aku dapat berkata, “Aku baik-baik saja di dalam duniaku sendiri. Aku tidak perlu teman, semua akan baik-baik saja meskipun hanya aku disini.”

Sekarang yang aku bisa ucapkan, “Duniaku akan lebih baik jika kamu menjadi temanku. Ayo berteman! Dan kita bisa tertawa bersama.”

… Itu semua berkat kamu. Terima kasih.

Di saat itu aku tidak terlalu pandai menyembunyikan kesedihanku.

Sekarang sesuatu yang aku takuti tersebut telah meninggalkanku entah kemana.

… Meskipun aku sedih kita sudah tidak lagi bersama,

Tapi terimakasih.

Dulu aku hanya mau tertawa denganmu.

Sekarang aku tidak pilih-pilih lagi, aku tertawa dan energi itu datang seperti tak terhingga.

… Terimakasih, walaupun aku tidak tahu lagi

seberapa sering kita tidak tertawa bersama seperti dulu lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s