Review: Densha Otoko (novel yang isinya thread dari 2ch itu lho…..)

キタ━━━━(゚∀゚)━━━━!!!!!

Hahahahahaha akhirnya selese juga baca novel ini:

image

Setelah mendapatkannya dari peristiwa kemarin (/。\) huehuehue langsung menyobek plastik pembungkus buku dan membacanya…. (padahal banyak buku-buku di kamar yang masih tersegel belum terbaca). Apakah ini efek karena buku ini dibeli saat pergi berdua bersamanya? ( ̄。 ̄ノ)ノ entahlah……

Sangat tersentuh lho membaca buku ini (ノдヽ) seperti merasa jika akulah yang menjadi Train Man nya. LOL!!!!! dan lalu siapa Hermes nya? ヾ( ̄0 ̄; )ノ waaah….

Oke mulai saja review nya…..
Buku ini berisikan rangkuman thread di 2ch (The original conversation lasted fifty-seven days and contained 29,862 posts, whereas the book contains 1,919 posts) yang mengisahkan bagaimana warga papan buletin anonim itu menghantarkan seorang bujang lapuk -entahlah di buku ditulis begitu XD halah tulis saja jomblo deh :p- menjadi seorang monster (゚_゚ ) ya…. baca saja bukunya, nanti kalian akan tahu apa yang aku maksudkan…

image

Jadi seperti itulah tampilan dalemannya…… ヘ(゚∀゚ヘ)

Lucu kan, banyak ascii art nya yang bikin ngakak. jarang jarang ada buku yang pake emoticon di dalamnya lho, lol. dan komen komen warga 2ch itu lho yang juga bikin ngakak (」゜ロ゜)」 dan tentu sadja kebaikan dan keluguan Kakak Kereta Api yang tercermin dari tulisan nya di utas…. (=゚ω゚=;)

Bila ditanya soal cerita, mungkin sesuai selera ya. soal nya ini sama saja seperti kalian baca trit curhatannya orang di 2ch beserta komentar-komentar ngaco warga disana. mungkin akan terasa aneh bagi yang suka baca dari paragraf ke paragraf (doh…. bahasaku jadi ruwet). tapi ceritanya bagus (*゚ワ゚) aku saja ikut ikutan latah menangis ( ;´Д`) hueeeeeng.

“Kak sinopsise mana?????”

Huehuehue aku agak malas kalo baca sesuatu terus disuruh nulis sinopsis. cari sendiri. ini trit di 2ch aslinya juga sudah diadaptasi ke manga -aku pengen segera baca. tapi kayaknya udah pernah, dan itu dahulu kala…. (´•_•`), selain itu ke dorama juga, film, dan buku.

Ah aku juga jadi penasaran dan pengen ketemu kakak kereta api yang dari otaku yang tulus hatinya dan akhirnya memiliki happy ending dengan orang yang memang mungkin dipertemukan oleh para dewa jodoh dengannya (´ー`) aku ingin memeluknya (〃 ̄▽ ̄〃) hehehehehehehe….. jarang jarang lho aku mau memeluk manusia selain wanita

Jadi berapa ratingnya?
aku kasih 4.99/5 dweh (*´╰╯`๓)♬

Advertisements

The Fault in Our Stars, karena bukanlah bintang-bintang yang harus disalahkan

Even I climbed that hill, I won’t be able to found the sunflower which you want :p

-postingan ini tidak pantas disebut review yang baik ataupun curhatan yang baik-

dari tangan ini....

dari tangan ini….

berpindah ke tangan ini... :p

berpindah ke tangan ini… :p

Aku habis baca TFiOS. Ceritanya bertema kanker, dan aku banyak belajar dari buku itu. Meskipun resiko novel terjemahan adalah bahasanya yang terkadang terkesan ganjil ketika dibaca, tapi aku menikmatinya 😀

Waktu aku browsing di internet, membaca review-review netter tentang TFiOS, banyak kata-kata sanjungan, pujian, dan banjiran air mata disana :p hahaha. Namun kok aku jadi bingung, kenapa aku gak nangis sendiri ya? Mungkin aku emang lagi gak mood nangis :p hahaha. Tapi bagus kok ceritanya, aku baru tahu kalau penulisnya sendiri dulunya ternyata pernah jadi pendeta di semacam yayasan rumah sakit anak-anak. Jadi ya jadi gak heran kenapa pembukaannya kok gitu… :p (spoiler bagi yang belum baca). Yah karena terlanjur overrated duluan (kena spoiler lumayan banyak juga di goodreads TT.TT) jadi gak bias menghayati to the max deh heuheuheuheu. Dan yah…. Dunia kanker memang terlihat menakutkan (emang menakutkan). Aku jadi merasa berdosa, waktu smp dulu menginginkan bagaimana kalau aku sakit kanker… pasti enak. Dan sudah pasti kanker itu enggak enak. Aku juga jadi keinget waktu SD kelas 3 dulu pindah sekolah, aku diceritain sama teman sebangkuku kalau pas aku masuk, ada satu anak dari kelas tersebut yang keluar (enggak sekolah lagi disitu). jadi bisa dibilang aku substitute-nya gitu. Huwaaaa, dan aku dikasih tau pula kalau anak yang aku gantiin tadi keluar dari sekolah gara-gara leukemia. Aku juga gak tau gimana kabar anaknya sekarang, karena kami juga gak pernah ketemu :”) kalau gak salah waktu itu dia nomor absen 20 kalo enggak 21, dan dua nomor itu pernah jadi nomor absenku selama sekolah TT.TT # jadipanaroidsendiri. Apalagi pas pertama-pertama kali masuk, ada anak di kelas ngomong “Mirip enggak sih dia sama si A?” si dia maksudnya gw, si A maksudnya anak yang tadi aku ceritain kena leukemia, trus dibales sama temennya “Hmm gimana ya… kayaknya enggak kok.” Huft syukurlah.

Dari beberapa buku yang pernah gw baca, masih bisa dihitung pake jari yang ada unsur-unsur kankernya. Kebanyakan pasti akhirnya mati, tapi TFiOS ini bagusnya diendingin pakai surat gitu (dan sampe sekarang gw masih belum 100% nangkep maksud isi suratnya. Horeeee!)

Aku suka semua tokoh-tokohnya, tapi gw paling suka si Mom (mamanya Hazel). Ada tokoh yang bikin mengganjal di hatiku, yaitu penulis novel Kemalangan Luar Biasa, Van Houten. Dan aku seperti loading sejenak…. Tet! Tet! Bukannya ini merek cokelat yaaaa -_- dan ternyata di pertengahan cerita diceritain kalo dia kaya gara-gara kakeknya dulu menemukan cara mencampur kakao dengan air (hmm berhubungan dengan coklat kan *_*). Di buku ini kalian akan bertemu singkatan-singkatan macam ANTM, yang ternyata America’s Next Top Model. Kalian juga akan disuguhkan Heroine dan MCnya nonton V for Vendetta (yang cepat cepat aku asumsikan heroinenya gundul kaya Natalie Portman) tapi sampe akhir aku belum bisa membayangkan seberapa panjang rambut Heroinnya, karena sepanjang bukunya minim deskripsi (atau aku aja yang enggak jeli) hahaha jadi aku membayangkan rambutnya 5cm di bawah pundak dan berwarna hazel. Aku juga tertarik dengan ide ulang tahun setengah tahunan-nya :p aku baru menyadari dalemnya maksud yang mau disampein begitu selese bacanya TT.TT

Gara gara baca TFiOS aku jadi pengen ke Amsterdam (S2 disana kayanya mantep hahaha)

Gara gara baca TFiOS aku jadi pengen ke Alfamart beli coklat Van Houten

Gara gara baca TFiOS aku jadi searching gambar Indianapolis

Gara gara baca TFiOS aku jadi browsing apakah ada perkumpulan untuk penderita kanker di Indonesia

Gara gara baca TFiOS aku jadi pengen download game untuk PSP ku di rumah

Gara gara baca TFiOS aku jadi tahu istilah ‘menyala seperti pohon natal’  itu nyesek banget

Gara gara baca TFiOS aku jadi tahu kalau diriku mungkin juga sedang mengalami Hamartia

Gara gara baca TFiOS mengingatkanku pada quote Pak Anang tersayang yang kurang lebih “Tidak banyak orang yang cukup beruntung bisa menjadi ahli dalam sesuatu. Makanya ketika kamu mendalami satu saja sesuatu namun kamu professional di dalamnya, niscaya kamu akan survive.

Gara gara baca TFiOS aku jadi sempet galau

Dan semenjak baca TFiOS, aku semakin meneguhkan diri sebagai #AntiHangoverEndingGarisKeras, karena sebaiknya sebuah cerita itu diakhiri. Jika tidak bisa diakhiri, cerita itu sebaiknya berlanjut untuk selamanya….!

—–

“Augustus, mungkin kau ingin berbagi ketakutan?”

“Ketakutanku?”

“Ya.”

“Aku takut dilupakan untuk selamanya.”